mengais-peluang-bidik-misi

Mengais Peluang Bidik Misi

Railah cita – citamu setinggi langit, kalaupun terjatuh engkau akan terbaring di atas awan. Sebuah ungkapan penuh motivasi tersebut sudah sepantasnya kita letakkan di awal tulisan ini mengingat siapapun kita, apapun warna kulit kita, dari manapun kita berasal, kita berhak meraih cita-cita.

Sebagai siswa SMK, kita akan dihadapkan pada dua cita-cita utama pasca lulus. Pertama, bekerja sesuai dengan bidangnya dengan posisi kerja dan gaji yang mapan. Kedua, berkuliah dengan program super istimewa yang ditawarkan oleh pemerintah berlabel bidik misi. Dikatakan super istimewa karena program ini selain gratis tanpa dipungut biaya, ada pula uang saku harian. Memang masih ada pilihan kombinasi bekerja-kuliah namun hal tersebut harus dipertimbangkan matang-matang, utamanya berkaitan dengan manajemen pikir dan waktu.

Lalu, bagaimana peluang kita, anak SMK yang notabene lebih dicetak dan dibina untuk menjadi tenaga terampil (bekerja, red), pada program Beasiswa Bidik Misi yang ditawarkan pemerintah? Seberapa berpeluang kita dalam meraih cita-cita “kuliah gratis bersaku” tersebut mengingat persaingan dengan SMA bukan hal yang biasa saja?

Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Program ini diselenggarakan sejak tahun 2010.

Syarat – syarat calon mahasiswa yang berhak memperoleh bidik misi yaitu, Siswa SMA/atau bentuk lain yang sederajat yang lulus, bukan penerima Bidik misi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing – masing perguruan tinggi, usia paling tinggi saat mendaftar adalah 21 tahun, tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria: siswa penerima Beasiswa Miskin (BSM) atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya, pendapatan kotor gabungan orang tua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp. 4.000.000,00 perbulan dan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp. 750.000,00 setiap bulannya, pendidikan orang tua /wali setinggi – tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4, Memilliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari kepala sekolah. 

Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 semester untuk program Diploma III. Beasiswa ini berupa pembebasan dari seluruh biaya pendidikan selama di perguruan tinggi, baik uang pangkal maupun SPP per bulan. Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa juga menerima uang saku untuk biaya kuliahnya yang akan diterimanya setiap 6 bulan sekali.

Tujuan diselenggarakannya Beasiswa Bidikmisi adalah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik, memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma atau Sarjana sampai selesai dan tepat waktu. Sedangkan sasaran program Bidikmisi adalah lulusan satuan pendidikan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tyang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang baik.

               Sekadar informasi, tahun lalu tak sampai 20 siswa SMKN 1 Cerme yang berhasil lolos pada program ini. Alasan utama “gagalnya” sebagaian besar pendaftar adalah pilihan Jurusan yang grade nya terlalu tinggi atau tidak disesuaikan dengan nilai akademik yang dimiliki. Oleh karena itu, untuk teman – teman,tetaplah bersemangat dalam “mencoba” mengais peluang diterima di perguruan tinggi lewat jalur bidik misi. Namun, tetaplah bermuhasabah dalam memilah dan memilih jurusan. Sesuaikanlah minat, grade jurusan, dan nilai akademik kita. Semoga berhasil. Amin.